Category "Ekologi"
-
Sosialisasi NKT (Nilai Konservasi Tinggi) pada FMU
NKT (Nilai Konservasi Tinggi) Kawasan bernilai konservasi tinggi (KBKT) merupakan suatu kawasan yang memiliki satu atau lebih dari NKT. Berdasarkan revisi Toolkit HCVF Indonesia, Panduan NKT yang diperbaharui mengusulkan 6 NKT dari 13 sub-nilai. Pada NKT 1-3 bertujuan memberikan perhatian khusus pada aspek keanekaragaman hayati (kehati) pada suatu bentang alam.Kehati didefiniskan sebagai keanekaragaman organisme hidup yang berasal dari semua sumber termasuk berbagai ekosistem dan kompleksitas ekologis di dalamnya. NKT 4 bertujuan . . .
Monitoring Pengukuran Sungai
Sungai adalah salah satu hal mempunyai nilai cukup tinggi di dalam konservasi. Bagaimana tidak, banyak manusia memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari. Ada yang digunakan untuk memasak, mencuci, air minum, mandi, pengairan dan banyak hal yang lain yang bergantung pada sungai. Satwa, tumbuhan dan manusia. Oleh karena itu penting menjaga keberlangsungan sungai. Menjaga kualitas air sungai dan mengembangkan nilai positifnya. Yuk jaga sungai kita dengan baik. Jangan malah dibuangi sampah dan kotoran . . .
Pembagian Bibit untuk Lahan Konservasi
Januari 2023 Tim KPHRSS membagikan bibit dari Sampoerna Kayoe untuk ditanam oleh petani pada area-area konservasi dan lindung. Ada kurang lebih 350 batang bibit buah durian dan 350 batang bibt buah alpukat yang bagikan kepada petani area konservasi di Jombang, Malang. Pembinaan kepada petani tentang pentingnya menjaga area konservasi tersebut harus sering disampaikan. Diharapkan dengan edukasi yang berlanjut dapat menambah pemahaman petani pentingnya . . .
Mengidentifikasi Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value)
Banyak hal yang bernilai penting didekat kita. Apalagi dari hutan. Tentu banyak yang dimanfaatkan oleh banyak kepentingan. Dalam kelola hutan lestari wajib kita mengidentifikasi, menjaga, merawat dan memonitoring hal-hal yang mempunyai nilai konservasi tinggi. Salah satunya adalah pada sumber mata air ini. Sumber mata air "Kalong" ada di Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Mengapa disebut Sumber Kalong, karena pada hikayat yang ada pada hutan area sumber mata air tersebut banyak ditemukan hewan . . .
Sidebar
KPHRSS Lakukan Diskusi Bersama Pemangku Kepentingan Taman Nasional Gunung Merbabu dalam Kajian Land
Training Standar Pengelolaan Hutan Lestari KPHRSS & GAPOKTAN SARIMULYO bersama SAMPOERNA KAYOE
Pelatihan Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Sengon bersama UPN Veteran Jawa Timur
Penggunaan APD dalam Kegiatan Tebang Hutan Lestari
AUDIT KELOLA HUTAN LESTARI DI KPHRSS TH 2026


